Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan

Jakarta,Basmitipikor.com– Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, menyampaikan penyesalannya terkait aksi anarkis yang terjadi dalam unjuk rasa mahasiswa di Kota Tasikmalaya pada Rabu (19/02/2025). Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Rakyat Menggugat (ALARM) tersebut menuntut penolakan terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran pendidikan. Namun, situasi memanas dan berujung pada kerusakan fasilitas DPRD serta bentrokan dengan aparat kepolisian yang menyebabkan luka-luka di kedua belah pihak.

H. Kurniawan mengungkapkan keprihatinannya atas kerusakan fasilitas yang terjadi, seperti pagar dan pos keamanan DPRD, akibat aksi yang berlangsung di luar kendali. “Kami sangat menyesalkan bahwa aksi yang awalnya bertujuan menyampaikan aspirasi ini malah berujung pada kerusakan dan kekerasan. Aksi seperti ini tidak mencerminkan gerakan mahasiswa yang sebenarnya ingin membawa perubahan positif bagi bangsa ini,” ujarnya.

Menurut H. Kurniawan, mahasiswa harus lebih bijaksana dalam menyalurkan aspirasi mereka, tanpa terprovokasi atau dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu yang dapat merusak tujuan utama mereka. “Jangan sampai mahasiswa diperalat oleh oknum-oknum politik yang hanya memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Tindakan anarkis ini jelas mencederai demokrasi dan merugikan banyak pihak,” tambahnya.

Lebih lanjut, H. Kurniawan juga menekankan pentingnya agar aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku anarkisme dalam aksi tersebut. “Kami mendesak agar pihak kepolisian tidak hanya mengusut tuntas para pelaku kekerasan, tetapi juga menyelidiki siapa di balik aksi-aksi anarkis ini. Kita tidak ingin ada yang memanfaatkan situasi ini untuk merusak kedamaian dan ketertiban,” katanya.

Dalam hal ini, H. Kurniawan juga menyuarakan agar para mahasiswa tetap menjaga jalur damai dan menjauhi tindakan yang merugikan masyarakat dan negara. “Aksi yang damai dan konstruktif jauh lebih efektif dalam membawa perubahan yang diinginkan. Mahasiswa adalah pilar utama perubahan bangsa, jangan biarkan gerakan mereka terdistorsi oleh kekerasan atau kepentingan lain yang merugikan,” jelasnya.

Sebagai informasi, aksi mahasiswa yang berlangsung di Tasikmalaya ini mendapat perhatian dari aparat kepolisian, yang terpaksa mengerahkan mobil water canon untuk membubarkan kerumunan yang semakin memanas. Meskipun situasi sempat tegang, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi, turun langsung ke lokasi dan berhasil meredakan ketegangan dengan mengajak perwakilan mahasiswa untuk berdialog dan mencari solusi.

Sementara itu, Rahmat Sutarman, Ketua Komisi II Fraksi Partai Gerindra, yang turut menemui perwakilan mahasiswa, menyatakan bahwa mereka siap menampung aspirasi mahasiswa. “Kami akan mendengarkan dengan baik tuntutan mereka dan menyampaikannya kepada pihak terkait. Sebagai wakil rakyat, tugas kami adalah menyuarakan aspirasi rakyat,” ujar Rahmat.

Namun, H. Kurniawan menegaskan bahwa meskipun aksi damai dan dialog sangat penting, pihak berwenang harus tegas dalam menindak pelaku anarkisme agar tidak ada celah bagi kekerasan dalam proses demokrasi. “Keamanan dan ketertiban harus tetap dijaga, dan tidak ada tempat bagi kekerasan dalam perjuangan ini,” pungkasnya.

H. Kurniawan kembali menegaskan pentingnya agar aparat penegak hukum melakukan tindakan tegas terhadap semua pelaku yang terlibat dalam aksi anarkis ini, serta mendalami siapa saja yang berada di balik provokasi yang memperkeruh keadaan. “Kita semua sepakat bahwa demokrasi harus dijalankan dengan damai, tetapi tindakan kekerasan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kita harus pastikan siapa yang mencoba merusak gerakan mahasiswa untuk kepentingan pribadi,” tutupnya. ( Polman Manalu )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. BASMI TIPIKOR. | Best view on Mobile Browser | ChromeNews by AF themes.