Ketua Indonesia Pembaharuan Maju 08, Abdul Razak
Jakarta, Basmitipikor.com – Ketua Indonesia Pembaharuan Maju 08, Abdul Razak, memberikan tanggapan tegas terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Rakyat Menggugat (ALARM) di Kota Tasikmalaya, yang berujung pada kerusakan fasilitas DPRD dan bentrokan antara mahasiswa dan tim pengamanan.
Aksi unjuk rasa yang digelar pada Rabu, 19 Februari 2025, bertajuk “#IndonesiaGelap #TolakEfisiensiAnggaranPendidikan,” menuntut penolakan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pendidikan yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025. Namun, aksi tersebut berujung pada kericuhan setelah mahasiswa berusaha merangsek masuk ke gedung DPRD.
Abdul Razak menegaskan bahwa meskipun hak untuk menyampaikan aspirasi adalah hal yang penting dalam sebuah demokrasi, aksi yang dilakukan dengan cara anarkis jelas tidak dapat dibenarkan. “Kami mendukung hak-hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat mereka, namun aksi yang disertai dengan kekerasan dan merusak fasilitas publik tidak bisa dibenarkan. Ini bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah,” tegas Abdul Razak.
Abdul Razak juga menambahkan bahwa dalam sistem demokrasi yang sehat, dialog dan negosiasi adalah jalan yang harus ditempuh untuk mencari solusi bersama. “Saya percaya bahwa DPRD Kota Tasikmalaya, melalui dialog yang telah dilakukan, dapat menampung aspirasi mahasiswa dengan cara yang damai dan konstruktif. Namun, kekerasan hanya akan memperburuk situasi dan merugikan semua pihak,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Abdul Razak juga meminta agar aparat penegak hukum menindak tegas para demonstran yang melakukan tindakan anarkis dan merusak fasilitas publik. “Saya mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas siapa pun yang terlibat dalam kerusuhan ini, serta menindak tegas para pelaku yang telah menciptakan kekacauan. Jangan sampai aksi mulia para mahasiswa disusupi oleh pihak-pihak yang hanya mengejar kepentingan politik semata,” ujar Abdul Razak.
Kepada para mahasiswa, Abdul Razak mengimbau agar lebih bijak dalam menyampaikan pendapat. “Kami berharap mahasiswa lebih mengedepankan cara-cara damai dan tidak merusak fasilitas publik atau melukai orang lain. Aksi yang anarkis hanya akan memperburuk citra perjuangan mereka sendiri,” pungkas Abdul Razak. ( Polman Manalu )

