KENDARI, SULAWESI TENGGARA, Basmi Tipikor   — Pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) I Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar pada Sabtu (16/8/2026) mendapat dukungan dari Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Agung Nugroho, S.H., M.H.

Dukungan tersebut ditunjukkan melalui papan bunga ucapan yang terpampang di area utama pelaksanaan Konferda di Aula Gubernur Sulawesi Tenggara. Papan bunga tersebut memuat ucapan, “Selamat & Sukses Atas Konferensi Daerah PA GMNI Prov. Sulawesi Tenggara. Dari Dr. Agung Nugroho, S.H., M.H. (Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan).”

Dukungan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap agenda konsolidasi organisasi alumni GMNI di Sulawesi Tenggara. Konferda I PA GMNI Sultra menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan arah organisasi dalam menjalankan peran strategis di tengah dinamika sosial dan kebijakan publik.

Konferda yang diikuti para alumni GMNI se-Sulawesi Tenggara tersebut dipimpin dan dikawal oleh Ketua Caretaker DPD PA GMNI Provinsi Sulawesi Tenggara, Robby Repi, bersama Dhini Mudiani. Robby Repi, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PA GMNI, hadir bersama jajaran caretaker untuk memastikan seluruh tahapan konferensi berlangsung sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan konstitusi PA GMNI.

Sementara itu, mantan Ketua Cabang GMNI Kendari periode 2018–2020, Abdul Wahab, menilai Konferda I PA GMNI Sultra harus ditempatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat gagasan, ideologi, serta kontribusi alumni GMNI terhadap kepentingan masyarakat.

Menurutnya, forum konferensi tidak semestinya hanya dipandang sebagai arena pergantian atau perebutan posisi organisasi, tetapi harus menjadi ruang pertukaran gagasan dan adu visi untuk menentukan arah perjuangan organisasi ke depan.

“Jadikan momen Konferda I ini untuk mengawal kebijakan publik yang pro-rakyat,” ujar Abdul Wahab.

Ia juga mendorong seluruh alumni GMNI agar tetap konsisten mengawal transparansi pemerintahan serta menjaga independensi organisasi dari berbagai bentuk intervensi kekuasaan.

Menurut Abdul Wahab, penolakan terhadap politik uang (money politics) dan kooptasi kepentingan oligarki merupakan bagian penting dalam menjaga integritas organisasi. Prinsip tersebut dinilai perlu dipertahankan agar PA GMNI tetap memiliki posisi kritis, independen, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Konferda I PA GMNI Sultra diharapkan tidak berhenti pada proses konsolidasi struktural, tetapi mampu menghasilkan kepemimpinan dan program kerja yang memperkuat peran alumni GMNI dalam mengawal pembangunan daerah, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta menjaga nilai-nilai perjuangan yang berlandaskan Marhaenisme dan pemikiran Bung Karno. ( RED )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. BASMI TIPIKOR. | Best view on Mobile Browser | ChromeNews by AF themes.