Lampung Tengah, Basmitipikor.com – Aksi kriminal tragis mengguncang Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusannunyai, Kabupaten Lampung Tengah, pada Sabtu pagi (17/5/2025) sekitar pukul 09.10 WIB. Seorang warga bernama Sur , tewas setelah ditikam oleh Dw, yang diketahui merupakan sepupu dari Kepala Kampung Gunung Agung, berinisial SKR. Peristiwa berdarah ini diduga kuat dipicu oleh pengungkapan dugaan penggelapan Bantuan Pangan Nasional (Bapan/Bansos) berupa beras oleh SKR.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban Sur selama ini dikenal vokal menyuarakan dugaan penyelewengan bansos di desanya. Ia kerap terlibat dalam aksi penyampaian aspirasi warga terkait distribusi bantuan beras yang tidak transparan. Diduga, keberaniannya dalam menyuarakan hal tersebut menjadi motif utama penyerangan terhadap dirinya oleh pelaku Dw.
Beberapa saat setelah kabar kematian Sur menyebar di tengah masyarakat, ratusan warga yang marah langsung mendatangi rumah SKR dan membakarnya hingga rata dengan tanah. Aksi massa tersebut sebagai bentuk luapan kekecewaan terhadap kepemimpinan SKR dan juga terhadap aparat penegak hukum yang dinilai lamban menanggapi aspirasi warga.
Kabag Operasi Polres Lampung Tengah, Kompol Edy Qorinas, bersama personel Polres dan jajaran langsung turun ke lokasi kejadian tak lama setelah insiden berlangsung. Ia memastikan bahwa pelaku Dw telah diamankan dan proses penyelidikan sedang berjalan.
“Situasi telah kami kendalikan. Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat kepolisian. Pelaku saat ini sudah ditahan,” ujar Kompol Edy Qorinas di lokasi kejadian.
Ketua LSM BASMI (Barisan Muda Indonesia), Abdul Razak, menyayangkan peristiwa berdarah tersebut dan menilai tragedi itu merupakan buah dari kelalaian aparat penegak hukum.
“Kasus dugaan penggelapan bansos ini bukan baru kemarin. Warga sudah beberapa kali melakukan aksi demonstrasi meminta Kepala Kampung diperiksa. Saya sendiri, sebagai Ketua LSM BASMI, sudah melaporkan secara resmi ke Polda Lampung. Tapi hingga sekarang tidak ada tindak lanjut atau kejelasan dari pihak kepolisian,” ujar Abdul Razak.
Ia menegaskan, jika sejak awal laporan masyarakat ditanggapi dengan serius, tragedi ini bisa dihindari.
“Saya berharap agar tidak hanya pelaku pembunuhan yang diproses hukum, tapi juga aparat yang lalai dan membiarkan laporan masyarakat tak ditindaklanjuti. Ini peringatan serius bahwa pengabaian terhadap keluhan rakyat bisa menimbulkan konflik dan korban jiwa,” tegasnya. ( Polman Manalu )


